Ekstrakurikuler Untuk eSports Membuat Bisa Membuat Siswa Kontrol Emosi

Ekstrakurikuler Untuk eSports Membuat Bisa Membuat Siswa Kontrol Emosi

Beberapa orang salah menganggap eSports hanya memiliki dampak negatif, rencana Kemenpora untuk membuat e-Sports sebagai bagian dari kurikulum sekolah.

Perkembangan eSports dari waktu ke waktu, banyak minat terutama dari anak umur dari 11 hingga 22. Salah satu jenis olahraga tersebut menjadi angin baru bagi mereka.

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan (kemendikbud) telah sepakat eSports layak masuk ke dalam ekstrakurikuler siswa.

eSports Layak Dijadikan Ekstrakurikuler


Sampai saat ini, program e-Sports tidak sistematis hanya diimplementasikan di beberapa sekolah.

Mngapa eSports layak menjadi aktivitas ekstrakurikuler di sekolah? Mari kita Cari tahu jawabannya dibawah ini.

1. Melatih Bakat Non-Akademik Siswa

Jika kurikulum di sekolah menggali minat dan bakat siswa dalam hal akademik, maka kegiatan ekstrakurikuler harus ideal befungsi untuk melatih bakat non-akademik siswa.
Poin Tersebut menjadi salah satu alasan mengapa eSports layak menjadi aktivitas ekstrakurikuler di sekolah.
Dengan kegiatan ekstrakurikuler e-Sports, bakat non-akademik siswa akan lebih teratur tetapi harus berada di jalur yang di tentukan agar tidak mengganggu kegiatan belajar.

2. Siswa Gaming Jadi Lebih Terarah

Meskipun eSports kini telah menjadi salah satu profesi, eSport juga membawa sejumlah efek negatif.
Dalam hal ini eSport melakukan kegiatan ekstarkurikuler untuk membuat permainan minat siswa sehingga mereka bisa lebih bertarget.
Dengan kegiatan di sekolah eSports dan pelaksanaannya akan ada pengawasan dan pelatihan yang dapat mengurangi dampak negatif.

3. Mempermudah Bagi Siswa Untuk masuk ke Dunia eSports

Seperti yang dikatakan sebelumnya, eSport saat ini adalah salah satu profesi yang menjanjikan, meskipun hanya bermain game, tetapi eSports memungkinkan untuk memperoleh jumlah pendapatan yang sangat mengesankan.
Tidak mengherankan bahwa eSport saat ini banyak diminati, oleh karena itu, dengan kegiatan ekstrakurikuler e-Sport di sekolah, hal ini dapat mempersiapkan keterampilan siswa.

4. Melatih Siswa untuk Kerja Sama

Kerjasama menjadi salah satu yang paling dibutuhkan di bidang perkerjaan, hal ini penting bagi siswa, untuk itu keterampilan ini sesegera mungkin di ajarkan, terutama saat di sekolah.
Salah satu untuk mengajarkan kekompakan dan keadilan dengan bermain game, eSports memungkinkan seseorang untuk melatih kemampuan tersebut, kegiatan ekstrakurikuler e-Sports di sekolah juga akan selalu diawasi agar lebih terarah.

5. Jenis Olahraga Baru berpotensi untuk Masa Depan

Aktivitas Gaming masih dianggap sebagai kegiatan yang tidak menguntungkan, pendapat tersebut banyak di lontarkan oleh orang tua siswa, oleh karena itu kegiatan ekstrakurikuler e-Sports juga dapat digunakan sebagai wadah untuk mengenalkan jenis olahraga baru ke siswa dan orangtua.
eSport saat ini telah menjadi salah satu cabang dari olahraga dan banyak turnamen yang diselenggarakan secara luas di seluruh dunia.

6. e-Sport Indonesia akan mengharumkan nama bangsa

Tidak hanya sepak boleh saja, saat ini banyak tim eSports dari Indonesia yang dapat bersaing di arena internasional, sekolah tidak hanya menghasilkan siswa yang berprestasi secara akademis melalui e-Sports dapat mengharumkan nama bangsa. E-Sports juga dapat diikuti oleh siapapun, bahkan jika orang tersebut menderita keterbatasan fisik.

7. Melatih Mental dan Emosi Siswa

Dalam permainan tentu ada kalanya kita emosi terhadap sesuatu seperti tim yang payah atau bahkan karena kekalahan, dengan game anak akan dapat melatih emosi dan mental selain itu dapat menjadikan anak lebih aktif karena akan berpikir menyusun strategi untuk memenangkan pertandingan.
Baca Juga
SHARE
Subscribe to get free updates

Related Posts

Post a Comment